JAKARTA, NovaFakta.com – Pemerintah terus mempercepat transformasi digital Indonesia sebagai strategi utama memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), pusat data (data center), industri semikonduktor, serta talenta digital diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Digital Transformation Indonesia (DTI) Series 2026 di Jakarta Convention Centre, Rabu (5/8/2026).
Menurut Airlangga, fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi kuat. Hal tersebut ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap berada di atas rata-rata global, inflasi yang terkendali pada level 2,88 persen, serta peningkatan investasi yang terus menciptakan lapangan kerja.
“Pemerintah juga terus mendorong investasi melalui berbagai instrumen, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Airlangga.
Infrastruktur Digital Jadi Fondasi Ekonomi Masa Depan
Airlangga menjelaskan bahwa keberhasilan transformasi digital Indonesia tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga memerlukan fondasi infrastruktur yang kuat, terutama di sektor energi.
Ketahanan energi dinilai menjadi syarat utama dalam mendukung operasional pusat data, pengembangan AI, hingga teknologi komputasi kuantum (quantum computing).
Indonesia dinilai memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari ketersediaan sumber energi domestik, potensi energi surya, hingga jaringan konektivitas digital yang terus berkembang melalui kabel serat optik dan satelit.
AI, Data Center dan Semikonduktor Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Pengembangan AI, data center, dan industri semikonduktor menjadi bagian penting dalam agenda Transformasi Digital Indonesia menuju ekonomi berbasis teknologi.
Pemerintah menargetkan sektor AI, data center, industri semikonduktor, dan talenta digital menjadi new growth engine untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Indonesia juga dinilai memiliki daya saing tinggi dalam pengembangan pusat data karena didukung oleh ketersediaan lahan, energi, air, serta infrastruktur digital yang semakin baik.
Di sektor semikonduktor, Pemerintah menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi Arm untuk mencetak sekitar 15.000 insinyur dalam tiga tahun ke depan.
Selain itu, Pemerintah juga tengah memperluas kerja sama internasional melalui rencana pembukaan kampus Indian Institute of Technology (IIT) di Indonesia guna memperkuat ekosistem talenta digital nasional.
Indonesia Perkuat Kerja Sama Digital Global
Dalam forum tersebut, Airlangga juga menegaskan komitmen Indonesia memperkuat kerja sama ekonomi digital di tingkat internasional.
Salah satunya melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang ditargetkan menjadi perjanjian ekonomi digital multilateral pertama di dunia dengan potensi nilai ekonomi digital ASEAN mencapai USD2 triliun pada 2030.
Indonesia juga telah bergabung sebagai negara pendiri World AI Cooperation Organization (WAICO) untuk memperkuat tata kelola AI global sekaligus membuka peluang investasi dan kolaborasi teknologi digital.
“Ini adalah golden moment yang harus dimanfaatkan dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Dengan energi yang kuat, kita dapat mempercepat digitalisasi, memperkuat manufaktur, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga keamanan siber,” kata Airlangga.
Pemerintah optimistis Transformasi Digital Indonesia akan semakin cepat melalui kolaborasi dengan berbagai negara dan perusahaan teknologi dunia.
Ekosistem Investasi Digital Terus Diperkuat
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pemerintah saat ini tidak hanya membangun ekonomi digital, tetapi juga ekosistem investasi digital yang saling terintegrasi.
Menurutnya, pertumbuhan pusat data akan meningkatkan kebutuhan komputasi AI, mendorong industri semikonduktor berkembang, sekaligus menciptakan permintaan besar terhadap talenta digital Indonesia.
“Keterhubungan tersebut diharapkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam rantai nilai digital global,” ujar Haryo.
Keberhasilan Transformasi Digital Indonesia diharapkan mampu menciptakan jutaan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di Asia Tenggara.
Dengan percepatan Transformasi Digital Indonesia, pemerintah menargetkan ekonomi nasional tumbuh hingga 8 persen sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.







